Kawan, akhirnya saya punya rumah baru dengan domain dan file hosting sendiri. Alamatnya http://zianxfly.web.id . Jadi untuk kawan yang sudah memasang link saya dengan alamat di blogspot ini, agar bisa menggantinya. yang belum masang, buruan pasang, haha....
Sekedar memberitahukan, domain dan file hosting tersebut adalah hadiah dari komunitas blogger Kayuh Baimbai yang saya ikuti. Saya mendapatkannya karena saya menang dalam lomba posting bertema aku dan Kayuh Baimbai. Pokoknya, terima kasih untuk Kayuh Baimbai, khususnya Pakacil yang telah membantu semuanya.



Pagi tadi, aku bersama Ilham dan Arief sebagai anggota FPP (Forum Pena Pesantren) menghadiri seminar kepenulisan yang diadakan oleh FLP (Forum Lingkar Pena) cabang Banjarbaru di SMAN 1 Banjarbau. Hadir sebagai pembicara Ali Syamsuddin Arsi (pengamat sastra) dan, Imazahra. Siapa yang tak kenal Imazahra. Beliaulah blogger kalsel yang blognya telah dibukukan, yang judulnya Long Distance of Love.
Tak kusia-siakan kesempatan ini. Di akhir acara, aku langsung menanyakan bagaimana caranya bergabung di FLP.
Mereka lalu menyodorkan kami formulir bergabung di FLP. Maka, hari ini, resmilah aku menjadi bagian kecil dari sebuah organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia. Sebenarnya, sudah sangat lama aku ingin bergabung, namun syukurlah akhirnya hari ini bisa juga terwujud.
Terima kasih untuk semuanya. Dan mohon doakan, semoga saja dengan bergabungnya saya di FLP ini bisa menjadi sebuah langkah awal yang mengantarkan saya menjadi seorang penulis hebat.



Ya, postinganku hari ini masuk koran lagi. Dan kali ini lebih hebat,
yaitu di koran Banjarmasin Post! Koran nomor satu di Kalsel dan
Kalteng.
Aku tahu akan hal itu karena pesantren kami berlangganan Banjarmasin
Post. Koran itu setiap pagi ditempel di tengah-tengah pesantren kami.
Maka jadilah hari ini aku orang terkenal di kalangan santri Al Falah.
Kebetulan sekali, hari ini pulang bulanan. Tidak akan kusia-siakan
kesempatan ini. Tak ingin lagi penyesalanku terulang ketika
postinganku masuk koran Radar Banjarmasin tempo hari. Tidak
tanggung-tanggung, aku langsung beli dua. Satu buat kutempel di
kamarku dan satunya untuk kuperlihatkan pada orangtuaku dan Ustadz.
Yah, meskipun ternyata akhirnya bukan pujian atau motivasi yang
kudapat dari orangtuaku, melainkan cemoohan. Tapi semoga saja saat aku
memperlihatkannya pada Ustadz nanti reaksinya positif.
Bukan, bukan maksudku untuk sombong. Aku hanya ingin berbagi
kebahagiaan dan menunjukka bahwa santri tidak mesti ketinggalan.
O ya, sandalku hilang lagi. Mungkin royaltinya untuk membeli sandal
saja. Eh, tapi apa ada royaltinya ya?

Tangisku pecah
Sebelum kata-kata menghujam dada
Menerpa gejolak yang telah rapi kutata
Melanda sesalku yang tak pernah habis

About this blog

Banner's



Aruh Blogger

FPP rebs

Balagu Uyyyy